Rabu, 17 September 2025

Antara Kulkas dan Atmosfer, Ada Nilai Tauhi


 *Antara Kulkas dan Atmosfer, Ada Nilai Tauhid*


Oleh: Sugiri


Bismillahirrahmanirrahim.


Pernahkah kita memperhatikan kulkas di rumah? Saat pintu freezer dibuka, sering terlihat butiran es yang sebelumnya tidak ada. Dari mana asalnya? Ternyata, udara di dalam kulkas mengandung uap air yang tidak kasat mata. Karena pendinginan, uap itu mengembun, lalu membeku menjadi es. Proses ini sederhana, namun menyimpan hikmah besar.


Fenomena yang sama terjadi di alam semesta. Air di bumi menguap karena panas matahari, lalu naik ke atmosfer. Mengapa bisa naik? Karena berat jenis uap lebih ringan dibanding air cair. Di lapisan atas atmosfer yang lebih dingin, uap air mengembun, membentuk bintik-bintik kecil, lalu berkumpul menjadi awan. Ketika titik-titik air itu bertambah banyak, ia jatuh kembali sebagai hujan.


Subhanallah. Proses yang kita lihat di kulkas hanyalah miniatur dari proses agung di langit. Bedanya, jika kulkas membutuhkan tenaga listrik, maka langit digerakkan oleh kekuasaan Allah yang tidak terbatas. Allah lah yang menjaga agar uap air tidak lepas ke ruang angkasa, dengan menciptakan atmosfer dan ozon sebagai pelindung.


Lebih dahsyat lagi, jumlah air di bumi ternyata relatif tetap. Ada sedikit yang terurai, ada sedikit yang terbentuk kembali, namun secara keseluruhan Allah menjaganya dalam siklus yang seimbang. Dari dulu hingga sekarang, manusia, hewan, dan tumbuhan masih bisa hidup dengan air yang sama. Semua itu adalah bentuk penjagaan Allah terhadap makhluk-Nya.


Al-Qur’an mengingatkan kita:


 أَفَرَءَيْتُمُ الْمَآءَ الَّذِى تَشْرَبُونَۙ

أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَۗ

لَوْ نَشَآءُ جَعَلْنٰهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ


_“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapa kamu tidak bersyukur?”_ (QS. Al-Waqi‘ah: 68–70)


Maka setiap kali kita membuka freezer dan melihat butiran es, ingatlah: itu hanyalah secuil tanda dari kebesaran Allah yang sama berlaku di jagat raya. Seharusnya hati kita bergetar, lidah berucap: Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar.


Ilmu pengetahuan membawa kita pada pemahaman, sedangkan tauhid menuntun kita pada rasa syukur kepada Allah, Rabb semesta alam.


Wallahu a'lam bishshawab