Jumat, 26 Juli 2024

MASUK SURGA BERSAMA KELUARGA TAPI JIKA TAK PUNYA, BERSAMA TEMAN

 *MASUK SURGA BERSAMA KELUARGA

TAPI JIKA TAK PUNYA, BERSAMA TEMAN*


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh


Yth Teman-teman

Di manapun berada


Teman-teman di Grup ini mari kita tetap tersambung sebagai teman

Ya bagi yang punya keluarga, mereka bina keluarganya agar taat keada Allah secara bersama-sama

Suami senantiasa mengajak menunaikan kebaikan secara istiqomah hingga ajalnya masing-masing

Bagaimana jika kita tak punya keluarga lagi, jangan khawatir kita bisa terus dalam ikatan pertemanan, anggota kita banyak dalam grup ini, belum lagi grup lainnya.

Maka mari kita agar tetap saling mengingatkan dalam menjalani ketaatan kepada Allah. Kita saling mencintai karena Allah

Ada orang masuk ke surga bersama dengan orang yang bersamanya dalam ketaatan. Dia bukan keluarganya, tapi saling menguatkan iman, saling mendoakan dalam kebaikan, saling mengajak kepada nilai kebaikan dan mengingatkan untuk Istiqomah dalam ibadah.

Dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu karena Allah, berpisah karena Allah, maka mereka pun akan bersama-sama masuk ke surga Allah," ungkap Ustaz Adi Hidayat.

Grup ini anggota nya banyak, maka kita juga dipersatukan karena Allah, nanti kita berpisah karena Allah, maka in syaallah kita reuni di surga.

Biaya reuni di surga, siapkan dari sekarang DUIT SATU JUTA

Do'a

Usaha

Istiqomah

Tawakal


Sabar

Tulus ikhlash

Jujur

Takwa


Sugiri

Cibadak, 6 Februari 2024

HILANG SENDAL SEBELAH KANAN, APA YANG TERJADI? INI CERITANYA

 *HILANG SENDAL SEBELAH KANAN, APA YANG TERJADI? INI CERITANYA!*


Hari itu, Sabtu 2 Maret 2024, saya mengikuti Seminar dan Workshop dan Rapat Kerja Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Wilayah Jawa Barat di Aisyiyah Boarding School di Desa Jelekong Kecamatan Bale Endah.


Saat itu pukul 18:50, saatnya shalat magrib. Saya keluar dari ruang seminar lalu masuk ruang penginapan. Selepas memakai jaket karena dingin, Saya keluar ruang penginapan dan mendapati sandal Saya hanya ada sebelah yang kiri.


 Setelah mencari beberapa saat untuk memastikan dimana yang sebelah kanan, hingga yakin yang sebelah kanan tidak ada, Saya pergi ke masjid dengan hanya memakai sandal sebelah kiri. Jarak ke masjid sekitar 100 meter. Shalat pun selesai dan saat di teras masjid Saya buang sandal Saya yang sebelah kiri itu ke tong sampai. 


Pukul 18:30 Saya kembali ke ruang penginapan dengan memakai sandal wudhu. Saat di tangga Saya kembali memastikan Jika sandal sebelah ada di sekitar. Hasilnya tetap tidak Ada. Akhirnya Saya memakai sepatu dan kembali ke masjid mengembalikan sepasang sandal wudhu.


Setelah makan, saatnya mengikuti lanjutan seminar berupa tausiah ketua PWM Jabar Profesor Ahmad Dahlan. Dilanjut mengikuti sidang komisi A yang membahas SIMAM dan perencanaan kegiatan masalah Wakaf. SIMAM adalah sistem informasi aset Muhammadiyah. Sidang komisi A pun selesai pukul 22:15.


Apa yang terjadi? Saat di tangga depan penginapan, Saya melihat sandal sebelah kanan justru ada di sana. Hal ini sangat aneh bagi saya. Saya segera lepas sepatu lalu memakai sandal hanya sebelah yang kanan menuju masjid untuk mengambil sandal yang sebelah kiri yang saya buang di tong sampah masjid. Dan saya kembali jalan seratus meter memakai sandal lengkap kedua belah. Hahahaha!


Wahai teman netizen, menurutmu aneh tidak?

Komen dong di kolom chat Jika Anda kenal saya!

Terima kasih atas komennya, semoga kalian sehat dan bahagia selalu, Aamiin.

KITA INI BUKAN KERA

 *KITA INI BUKAN KERA*


Untuk apa kita hidup kalau hanya sekedar hidup

Karena kera juga hidup.


Untuk apa kita bekerja kalau hanya sekedar bekerja karena kera juga bekerja.


Mau maju? Hidup dan bekerjalah di atas rata-rata orang lain hidup dan bekerja.

Mau berhasil? Berpikirlah dengan cara di atas rata-rata orang lain berpikir.


Takut masalah? Ingat masalah adalah harta kita. Masalah adalah energi yang mendorong kita untuk maju dan berhasil. Masalah adalah senjata kita untuk membidik keberhasilan dan kemajuan.


Tiada kemudahan tanpa masalah. Kemudahan datang setelah kesulitan (baca masalah). Tapi sebenarnya bersamaan dengan masalah adalah jalan keluar (baca kemudahan).


Berbahagialah dengan adanya masalah karena setelahnya ada kemudahan.


Hidup ini adalah masalah. Masalah ini ada dalam kehidupan. Jadi kita tidak mungkin menghindari masalah. Yang benar adalah kita hidup dan maju karena ada masalah.


Kita ini bukan binatang yang hanya bekerja dengan insting. Tanpa belajar seekor anak ayam dalam waktu beberapa saat sudah bisa berdiri dan jalan setelah selubung telur yang membungkusnya pecah.


Dengan shaum ramadhan, kita dididik menghadapi masalah yakni pengendalian diri. Ada godaan melanggar larangan shaum, makan dan minum serta mencampuri istri di siang hari, godaan untuk menghancurkan nilai/pahala shaum itu sendiri yang jika hanya menahan dari makan dan minum banyak orang mampu.


Jika qudrat fuzur dihilangkan, lalu apa makna ujian dan godaan karena jika fuzur tidak ada pada jiwa, sudah pasti kita semua bisa untuk tidak lakukan dosa. Karena di situlah tantangan yakni menghadapi masalah memilih antara fuzur atau taqwa.


Dengan masalah itulah jika kita berhasil, maka pantas mendapatkan balasan kenikmatan tiada tara. Karena pula tidak akan mungkin ada kesabaran jika masalah hanya sebentar saja kita alami lalu secepat kilat masalah hilang sirna.


Dengan masalah maka tumbuh keberkahan hidup di dunia karena ini waktunya di alam pana.

Ada saatnya nanti masalah terpisah dari tanpa masalah. Nanti di neraka setiap saatnya adalah masalah dan di surga setiap saatnya tanpa masalah. Maka selagi di dunia hadapilah masalah dengan sabar dan shalat agar kelak kita di surga tiada lagi masalah.


Ketika di dunia, masalah adalah bermakna kehidupan. Ada yang sakit gigi, maka muncul profesi dokter gigi, muncul pabrik obat dan alat-alat mengatasi sakit gigi. Ada sakit mata, terbitlah profesi dokter mata, berdirilah manufaktur produksi obat-obat dan alat-alat mengatasi masalah mata. 


Ada masalah doyan makan, tumbuhlah wisata-wisata kuliner. Ada masalah datang bulan, bayi sering pipis, berjamurlah bisnis-bisnis produksi pembalut. 


Tulisan ini tak akan berhenti menyebutkan semua masalah yang ada jika si penulis berumur hingga akhir dunia. Maka silahkan anda yang menyebutkannya sambil tersenyum seraya berkata iya juga ya. Inilah hidup di dunia.


Tingkatan kenikmatan surga saja pasti disesuaikan dengan kualitas calon penghuninya. Tidak mungkin kualitas kenikmatan optimal surga diberikan pada mereka yang tingkat kualitas kesabarannya rendah. Maka pastilah surga demikian akan diberikan kepada mereka yang kualitas kesabarannya yang optimal juga.


Kita berharap dan berdoa semoga tahun ini dengan shaum ini, kita benar-benar siap dan mau menghadapi masalah (baca: ujian dari Allah). Berhasil menghadapinya dan keluar sebagai pemenang. 


Tapi ingat kemenangan itu bukan sesaat bulan ramadhan habis di tanggal 29 atau 30 bulan ramadhan tetapi kemenangan itu adalah di saat sepanjang masa kita meninggal di detik manapun kita mati dalam keadaan taat pada Allah dan rasul-Nya. Mati pada saat kita berada pada puncak kebermanfaat diri kita bagi sesama dan lingkungan alam sekitar. Kita tidak menyakiti seseorang pun dan kita tidak membuat kerusakan lingkungan sosial dan lingkungan alam.


Don't say 'Oh God, I have a big problem.'


But please say 'Hi Big Problems, I have a great God, Allah SWT.'


Selamat menjalankan ibadah shaum 1445H


TTD

Sugiri

Peserta Reuni Semesta di Akhirat In syaallah tempat Reuninya di Surga. Mari kita berusaha mengumpulkan biayanya hanya DUIIIIT SAJUTA

D oa

U saha

I man

I ttiba'

I khlash

I stiqomah

T awakal


Sa bar

Ju jur

Ta kwa

ALBIRRU SESUNGGUHNYA ORANG TAQWA

 🌷*ALBIRRU SESUNGGUHNYA ORANG TAQWA*🌷


☔☔☔

A lbirru tahukah Anda apa albirru itu

L antas apa itu albirru yang sesungguhnya 

B iar tahu semuanya apa itu albirru

I ni kata dalam Qur'an merujuk pada kebajikan

R uang atau daratan maha luas seluas rasa

R uang dimana berkumpul semua kebajikan

U ntuk itu Allah gambarkan maksud kebajikan itu


💐💐💐

S esungguhnya bila seseorang bertakwa

E ntah dimana pun dia berada

S ejatinya dia akan selalu melakukan kebaikan

U sahanya selalu menebar bahagia bagi semua

N ilai iman yang terpatri di dada jadi ciri utama

G iat dan selalu memberi harta yang dicinta 

G una membuat yang butuh jadi tetap ceria

U ntuk itu pula dia bebaskan orang dari sengsara

H ari-hari tak luput sekalipun dari shalat

N ikmat harta tak lalaikan untuk zakat dan infak

Y a dia berikan hak-haknya orang-orang papa

A mat takutnya dia bila ada janji tak ditepati


🌅🌅🌅

T entu dia adalah orang penyabar juga

A tas kesusahan yang dia rasakan

K etika juga penderitaan menerpa raga dan jiwa

W alau juga dalam kondisi perang merajalela

A lbirru karenanya terpatri kuat pada dirinya


Sugiri☀️

Materi kultum tarawih 29 Maret 2024, masjid An-Nawawi Cibadak Kampus 2 Umbara

Sumber surat Al-Baqarah ayat 177

WISUDA PASCA SHAUM FAKULTAS RAMADHAN

 WISUDA PASCA SHAUM FAKULTAS RAMADHAN

Oleh:

Sugiri

Dosen: Ibadah, Akhlak dan Mu'amalah

Universitas Muhammadiyah Bogor Raya


Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarakaatuh


Hadirin sidang senat terbuka fakultas ramadhan universitas rahmatan lil'alamiin


Segala puji hanya milik Allah SWT, atas kesempatan tahun ini yang Ia berikan pada ummat Islam untuk menunaikan ibadah shaum. Kesempatan untuk kembali meneguhkan siapa yang beriman dan mengukuhkan ketaqwaan. Untuk itu mari kita syukuri dengan cara mempertahankan karakteristik ketaqwaan itu dalam kehidupan nyata. 


Sholawat, salam dan keberkahan semoga senantiasa tercurah pada suri tauladan terbaik, Rosulullah Muhammad SAW, atas risalah perjuangannya membawa ummat manusia ke cahaya tauhid, yakni hanya mengesakan Allah SWT rabbul izzati waljalalah


Ya ikhwani fiddin, ketahuilah bahwa tujuan ibadah shaum tak terputus dari tujuan penciptaan manusia, yakni bahwa manusia diciptakan agar hanya beribadah kepada Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam surat Adz-Dzariat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ


“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56) 


Untuk itu Allah SWT sertakan kitab Al-Quran dan hikmah sebagai pedoman atau petunjuk bagaimana cara pelaksanaan ibadah itu yang diberi nama dinnul Islam. Kini kita mengenal 2 macam ibadah, yakni ibadah mahdhoh (khusus) dan ibadah ghoiro mahdhoh (tidak khusus) . Islam mengatur bagaimana berinteraksi secara vertikal kepada Allah dengan ibadah mahdhoh dan secara horizontal kepada sesama manusia dengan ibadah ghoiro mahdhoh. Yang terakhir ini yakni ibadah ghoiro mahdhoh disebut juga muamalah--mengatur bagaimana aktivitas ekonomi, budaya, politik di antara manusia. 


Hadirin perlu kita tanyakan untuk apa ibadah-ibadah itu. Allah menegaskan tujuan ibadah itu dengan perintah beribadah kepada-Nya dengan menyertakan alasan bahwa dialah yang menciptakan manusia. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَا لَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ ۙ 

"Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 21)


Dari ayat di atas Allah menyatakan bahwa tujuan ibadah itu adalah agar bertaqwa لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ ۙ . 


Puasa adalah salah satu ibadah mahdhoh. Allah tegaskan bahwa tujuan puasa adalah لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ ۙ yakni agar bertaqwa sebagaimana firman-Nya:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ ۙ 

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)


Menarik untuk dicamkan tentang kata taqwa. Apakah ia gelar strata 1, strata 2 atau strata 3 atau apa? Kapan status taqwa di sematkan pada pelaku puasa? Apakah jaminan masuk surga begitu berakhir ramadhan sedang kita tak berbuat apa-apa sampai ajal tiba? Berbahaya atau tidak pasca ramadhan, kita tidak berbuat kebajikan karena merasa telah bertaqwa? 


Kata taqwa bukanlah gelar sebagaimana bila seseorang telah menyelesaikan rangkaian tugas pada S1, S2 atau S3 dengan sarjana S.Pd., M.Pd., S.E., M.Sc., M.Si., Lc., MA., PhD., atau Dr. 


Kata taqwa lebih tepat sebagai sebutan bagi mereka yang memiliki karakter utama yang disebutkan oleh Allah SWT dalam surat Al-Baqoroh ayat 1 - 5.Yakni beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, berinfak, beriman pada Al-Quran dan kitab sebelumnya, yakin pada hari akhir. Dan ayat 177 sebagai beriman pada Allah SWT, beriman pada hari akhir, beriman pada malaikat, beriman pada kitab-kitab Allah SWT, beriman pada para nabi, memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, kepada yatim, kepada fakir miskin, pada ibnu sabil, pada peminta-minta, membebaskan budak, mendirikan shalat, menunaikan zakat, menepati janji bila berjanji, bersabar dalam kesusahan, penderitaan dan dalam keadaan perang. 


Jika karakteristik di atas seseorang pertahankan hingga napas terakhirnya, mati dalam keadaan demikian saat itulah sebutan taqwa disandangkan padanya. Dengan kata lain mati dalam iman. Jika sebaliknya mati dalam keadaan tidak iman atau kufur maka semua karakteristik itu tidak berguna baginya. 


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


.... وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ کَافِرٌ فَاُ ولٰٓئِكَ حَبِطَتْ اَعْمَا لُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةِ ۚ وَاُ ولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ


" ....Barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 217)


Permasalah besarnya, "Mampukah kita pertahankan karakteristik itu pasca ramadhan hingga ajal kita sedangkan iblis tak pernah henti menggoda, membisikan, menjerumuskan, menipu dengan langkah-langkahnya yang halus."


Jawabannya sejauh mana dan sekuat apa upaya kita mempertahankan karakteristik itu dengan segenap harta dan jiwa berjuang di sisa umur. Iblis tidak akan pernah cape sampai akhir jaman menghalangi manusia dari jalan Allah yang lurus. Dia akan datang dari depan, belakang, kanan dan kiri. Dia tegaskan pada Allah bahwa kebanyakan manusia tidak akan bersyukur. Tentang hal ini, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


قَا لَ فَبِمَاۤ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَ قْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَا طَكَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ 

"(Iblis) menjawab, Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus,"

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 16)


Ayat 17 nya:


ثُمَّ لَاٰ تِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَا نِهِمْ وَعَنْ شَمَآئِلِهِمْ ۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ

"kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur."

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 17)


Penting bagi kita mengetahui sebenar-benarnya siapakah yang sungguh-sungguh mampu mempertahankan karakteristik muttaqin sebagaimana disebutkan di atas. Dan ketahuilah siapa dia, yakni mereka yang benar-benar ikhlas menjalankan segala ibadah hanya karena Allah SWT. Dalam hal ini Iblis jujur menegaskan bahwa dia tidak akan mampu menjerumuskan manusia yang memiliki keikhlasan sejati dalam ibadah yakni hanya karena Allah SWT semata. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


قَا لَ فَبِعِزَّتِكَ لَاُ غْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَ ۙ 

اِلَّا عِبَا دَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ

"(Iblis) menjawab, Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,"

"kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka."

(QS. Sad 38: Ayat 82-83)


 Kata mukhlasin الْمُخْلَصِيْنَ diterjemahkan "yang terpilih" atau "orang-orang yang ikhlas".


Jadi untuk mengamankan apa yang kita raih selama ibadah ramadhan melalui puasa di siang hari seiring dengannya selalu berdzikir dan bershodaqoh, malamnya melalui tarawih dan tadarus Al-Quran, kita patut bersyukur dengan cara mepertahankan keikhlasan itu dalam beribadah kepada Allah SWT. Jangan pernah ada kesyirikan sekali dan sekecil apapun. Janganlah memberi atau menolong seseorang karena ingin dipuji orang lain atau berharap balasan dari orang lain. Janganlah beribadah apapun karena ingin pujian manusia. 


Keilmuan yang didapat di fakultas ramadhan ini adalah kesadaran bahwa kita ini ciptaan Allah SWT maka sepantasnya kita hanya menyembah Allah Al-Jalaluh. Orang bilang ini adalah keshalehan spiritual. Keilmuan lainnya yang diperoleh dari fakultas ramadhan ini adalah kesadaran bahwa kita harus selalu memikirkan dan membantu orang-orang lemah seperti yatim, para fakir dan miskin, korban-korban bencana dan kaum dhuafa lainnya. Orang bilang ini adalah keshalehan sosial. 


Waktunya bagi kita menghadirkan Allah dalam segala kegiatan. Salah satunya adalah di rumah orang miskin apalagi penghuninya sedang sakit, di sana ada Allah. Kalo kita tidak menolong orang miskin berarti kita melupakan Allah karena Allah ada di situ sedang kita tidak menjenguknya untuk membantu yang sakit. 


Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam, Nanti Allah Ta’ala berfirman di hari Kiamat:


« يَا ابْنَ آدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِي . قَالَ : يَارَبِّ ،كَيْفَ أَعُودُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعِزَّةِ ؟ فَيَقُولُ : أَمَاعَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلانًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ ، وَلَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِي عِنْدَهُ ؟ وَيَقُولُ : يَا ابْنَ آدَمَ ، اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمْنِي . فَيَقُولُ : كَيْفَ أُطْعِمُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعِزَّةِ ؟ فَيَقُولُ : أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلانًا اسْتَطْعَمَكَ فَلَمْ تُطْعِمْهُ ، أَمَاعَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي ؟ وَيَقُولُ : يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِي . فَيَقُولُ : أَيْ رَبِّ ، وَكَيْفَ أَسْقِيكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعِزَّةِ ؟ فَيَقُولُ : أَمَاعَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلانًا اسْتَسْقَاكَ فَلَمْ تَسْقِهِ ، وَلَوْ سَقَيْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي ؟ » .

Hai anak Adam, Aku telah sakit, tetapi engkau tidak menjenguk-Ku. Orang itu bertanya: Wahai Tuhan, bagaimana cara saya menjenguk-Mu, sedangkan Engkau Tuhan penguasa alam semesta? Allah menjawab: Apakah engkau tidak mengetahui bahwa seorang hamba-Ku bernama Fulan sedang sakit tetapi engkau tidak mau menjenguknya. Sekiranya engkau mau menjenguknya, pasti engkau dapati Aku di sisinya.


Orang yang berhasil dalam beribadah nya adalah orang yang memiliki keshalehan spiritual dan keshalehan sosial sepanjang hayatnya. 


Semoga bermanfaat, Wallahu 'alamu bishshowab


Sugiri

Dosen: ibadah, akhlak dan mu'amalah

Universitas Muhammadiyah Bogor Raya


Sumber:

1. Kutipan Al-Qur'an Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

2. https://www.suaramuhammadiyah.id/ 2017/08/07/allah-bersama-orang-sakit

LEMBARAN UNTUK LIBURAN LEBARAN

 *LEMBARAN UNTUK LIBURAN LEBARAN*


L iburan lebaran sudah tiba

E naknya liburan lebaran bila punya lembaran

M emilikinya jadi syarat untuk liburan 

B uat biaya bensin, tol, minum dan makan 

A da juga biaya karcis masuk taman wisata

R asanya mungkin juga liburan tak bawa lembaran

A sal punya kartu ATM dan kartu e-money

N ikmati liburan tanpa repot membawa lembaran


L embaran diperlukan jika ketemu saudara

I tu perlu lembaran tuk bagi-bagi anak saudara

B agi kita yang suka berbagi bahagia

U ntuk sebarkan bahagia saat lebaran

R iang gembira di hari lebaran 

A nak-anak berwajah berseri pegang uang

N ikmati liburan lebaran dengan lembaran


L embaran ini sifatnya duniawi

E disi hidup di dunia memang butuh ini

B utuh biaya hidup hingga ajal kita nanti

A danya diperlukan biar ekonomi berjalan

R asanya masih ada yang paling penting

A gar hidup terjamin selamat hingga akhirat

N ikmati hidup dengan iman pada Ilahi


Sugiri

Cibadak, 3 April 2024

PELAJARAN DARI MADRASAH RAMADHAN

 *PELAJARAN DARI MADRASAH RAMADHA

Oleh: Sugiri


Pertanyaan Mendasar dan jawabannya:

1. Siapa kita?

2. Siapakah yang menciptakan kita?

3. Untuk apa kita diciptakan dan berada di dunia ini?

4. Mengapa kita mati dan akan kemana kita kembali?

5. Apakah ada kehidupan lagi setelah kematian di dunia?

6. Mengapa ada perintah dan larangan?

7. Mengapa ada penderitaan dan kesenangan di dunia?

Jawaban: 1 hakikat manusia

Bashar

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَا بٍ ثُمَّ اِذَاۤ اَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُوْنَ

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak."

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 20)

Insan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَـكُمْ خَلٰٓئِفَ الْاَ رْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَاۤ اٰتٰٮكُمْ ۗ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَا بِ ۖ وَاِ نَّهٗ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di Bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman, dan sungguh Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang."

(QS. Al-An'am 6: Ayat 165)

An-Naas

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّا سُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّا حِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَا لًا كَثِيْرًا وَّنِسَآءً ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهٖ وَا لْاَ رْحَا مَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 1)


Jawaban 2 Sang pencipta

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّنِيْۤ اَنَا اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنَاۡ فَا عْبُدْنِيْ  ۙ وَاَ قِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

"Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku."

(QS. Ta-Ha 20: Ayat 14)


Jawaban 3 tujuan penciptaan manusia dan jin

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَا لَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ 

"Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 21)


Jawaban 4 tujuan ada mati dan hidup

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ٱلَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَا لْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ 

"yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,"

(QS. Al-Mulk 67: Ayat 2)

Jawaban 5 hidup setelah mati

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِا للّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَا تًا فَاَ حْيَا کُمْ ۚ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

"Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 28)


Jawaban 6 tujuan larangan dan perintah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ 

"Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

"Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."

(QS. Az-Zalzalah 99: Ayat 7 dan 8)


Jawaban 7 tujuan adanya penderitaan dan kesenangan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَا لضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ

"Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 214)


Hikmah:

1. Mengimani semua konten atau isi berita informatif yang terkandung dalam Qur'an dan hadits, mengimani Allah yang menurunkan konten itu, mengimani rosulnya yang menyampaikannya, mengimani para malaikatnya, mengimani qodho dan qodarnya

2. Bedo'a

*D o'a*: allahumma ini asaluka ridhoka waljannah (ya Allah aku memohon ridho dan surga-Mu)

2. *U saha*: mengerjakan kebajikan dan bertauhid (tidak musyrik. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

...... ۚ فَمَنْ كَا نَ يَرْجُوْا لِقَآءَ رَبِّهٖ فَلْيَـعْمَلْ عَمَلًا صَا لِحًـاوَّلَايُشْرِكْ بِعِبَا دَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا

".... Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya."

(QS. Al-Kahf 18: Ayat 110)

3.*Ikhlash*: semua usaha (amal kebajikan) harus dilakukan secara ikhlash. Jika tidak ikhlash semua amal akan sia-sia.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ۙ حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِ 

"Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)."

(QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 5)


*Istiqomah*: karena setelah kita menyatakan iman, kita tidak akan dibiarkan tanpa ujian. Ujian diperlukan untuk membuktikan sekuat apa imannya. Jika tetap beriman tidak berubah menjadi kafir, berarti benar-benar Istiqomah. Istiqomah artinya konsisten ajeg/reliabel (tidak berubah pikiran), teguh pendirian.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ 

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah," kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati."

(QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 13)


Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَا فُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَ بْشِرُوْا بِا لْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.""

(QS. Fussilat 41: Ayat 30)


*Ittiba*: Semua usaha (amal kebajikan) harus dengan cara ittiba yakni mengikuti pola-pola yang beliau contohkan terutama ibadah mahdhoh. Kecuali dalam ibadah ghairu mahdhoh asal tidak ada larangan maka boleh dikerjakan.

Maka bagi yang mau Reuninya dengan Allah, kita harus meneladani Rasulullah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَقَدْ كَا نَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَا نَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَا لْيَوْمَ الْاٰ خِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا 

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 21)


*Tawakal*: Tawakal adalah menyerahkan segala perkara dan usaha kepada Allah SWT, serta berserah diri sepenuhnya kepada Allah terhadap segala ketentuan-Nya untuk mendapatkan kemaslahatan atau menolak kemudaratan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَـنَاۤ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَـنَا ۚ هُوَ مَوْلٰٮنَا ۚ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ

"Katakanlah (Muhammad), "Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.""

(QS. At-Taubah 9: Ayat 51)

*Sabar*: Sabar (صَبْرٌ) adalah salah satu nilai yang sangat dihargai dalam Islam. Dalam Al-Quran, kata "sabar" dan turunannya disebutkan lebih dari 90 kali, menunjukkan pentingnya nilai ini dalam kehidupan seorang Muslim.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِا لصَّبْرِ وَا لصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 153)

Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ 

"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)


*Jujur*: Dalam bahasa Arab, jujur berasal dari kata as-shidqu atau shiddiq yang artinya benar atau nyata. Lawan kata as-shidqu adalah al-kidzbu yang artinya dusta atau bohong.

Kejujuran dapat disebut kunci dari kesuksesan karena dari kejujuran ini kita dapat belajar bertanggungjawab sendiri dengan apa yang kita bicarakan dan yang kita lakukan. Kejujuran sendiri dapat kita tanamkan kedalam diri kita masing-masing sejak dini, dimulai dari hal-hal kecil. 

"Jaminlah kepadaku enam perkara dari diri kalian, niscaya aku menjamin kepada kalian balasan surga: [1] jujurlah ketika berbicara, [2] penuhilah janji, [3] tunaikan jika dipercaya, [4] jagalah kemaluan kalian, [5] tundukkan pandangan kalian, dan [6] tahanlah tangan kalian," (H.R. Ahmad).

“Sesungguhnya jujur itu membawa kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga,” (H.R. Bukhari).

“Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: 'Wahai para pedagang, sesungguhnya kalian menguasai urusan yang telah menghancurkan umat terdahulu, yakni takaran dan timbangan,” (H.R. Baihaqi)

Hadis di atas merupakan peringatan keras kepada para pedagang untuk menyempurnakan takaran dan timbangan.

Takaran dan timbangan adalah dua alat ukur yang mendapat perhatian serius agar dipergunakan secara tepat dan benar dalam perekonomian, serta tidak dilakukan dengan khianat.

Isi hadis tersebut berkaitan dengan perintah Rasulullah agar umat Islam meninggalkan segala sesuatu yang membuat ragu-ragu menuju kepada sesuatu yang membawa kita kepada ketenangan.

Hadis ini juga menegaskan bahwa kejujuran adalah hal yang membawa kita kepada ketenangan, sedangkan dusta dan curang akan membawa kita kepada keraguan.

Berikut dalil tg jujur dalam Alquran:

1. QS. Al-Ahzab Ayat 70

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar," (QS. Al-Ahzab [46]: 70)

2. QS. At-Taubah Ayat 119

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar," (QS. At-Taubah [9]: 119)

3. QS. Al-Maidah Ayat 8

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (bersaksi atau jujur tentang kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan," (QS. Al-Maidah [5]: 8)

4. QS. Al-Ankabut Ayat 3

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Artinya: "Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta," (QS. Al-Ankabut [29]: 3).


Terakhir

*Taqwa*: Taqwa artinya melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Arti taqwa ini merujuk pada kata waqa-yaqi-wiqayah dalam bahasa Arab yang berarti memelihara atau menjaga diri. Takwa juga artinya takut, takut terhadap azab Allah bila kita berdosa.

Takwa pada dasarnya merujuk pada sebuah sikap yang terdiri dari cinta dan takut, yang lebih jelas lagi adalah adanya kesadaran terhadap segala sesuatu atas dirinya dan bahkan merasa hatinya yang paling dalam senantiasa diketahui oleh Allah swt.

Sehingga takwa adalah sebaik-baik bekal untuk reuni bersama Allah SWT di surga-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

.....وَتَزَوَّدُوْا فَاِ نَّ خَيْرَ الزَّا دِ التَّقْوٰى ۖ وَا تَّقُوْنِ يٰۤاُ ولِى الْاَ لْبَا بِ

"....Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!" (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 197)


Dan kita sampai ke tempat reuni kita (surga) adalah dengan membawa karcis takwa.

 Allah berfirman dalam surat Al Kahfi ayat 107,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا

Artinya: "Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal,"


Semoga kita selamat membawa DUIIIIT SaJuTa hingga ke pintu gebang akhirat (kematian)

, aamiin.

Taqoballahu minna waminkum

Selamat idul Fitri 1445H

Mohon maaf lahir dan bathin 


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Sugiri&Keluarga



SATU CUCU LIMA KAKEK

 *SATU CUCU LIMA KAKEK*


S aat lebaran tahun ini jadi istimewa sekali

A da moment menarik bagi dokter sirkumsisi

T idak pernah sejauh profesinya mengabdi 

U ngkapan beliau kagum hal ini kini terjadi


C eritanya terjadi saat hari ke 3 lebaran

U ntuk tunaikan syariat Islam yakni khitanan

C ucu berpose dengan lima kakek sekalian 

U ntuk abadikan detik-detik sebelum dikhitan


L ima kakek nampak ceria dan amat bahagia

I ndikasi harmonisnya tali kasih antara mereka

M omen itu menjadi begitu spesial bagi semua

A da pesan kuat bagaimana ikatan terjaga


K elak setelah lama sekali menjadi sejarah

A da rasa, cita, gelora dan kebersamaan di sana

K etika sekian generasi melihat fakta ini

E lok disimak dan ditadaburi ko bisa demikian

K etahuilah ini terjadi bila disadari sejak dini


Catatan: sebenarnya mereka selalu bersama pun 1 hari sebelumnya ada acara yang sama. Bedanya hari ini khitanan cucu dari kakek ke dua sedangkan kemarin cucu dari kakek ke tiga. Kakek ke empat dan ke lima belum punya cucu laki-laki 😄


Sugiri

Cibadak, 3 Syawal 1445 H




LUKISAN TIGA KILO METER

 *LUKISAN TIGA KILO METER*


L alu lintas saat itu begitu merayap padat

U ngkap betapa ramai kondisi di tiap perempat

K erap laju sepeda motor tersendat-sendat

I tu karena banyaknya kendaraan beroda empat

S isi kiri dan kanan mobil-mobil dekat merapat

A ndai aku dan istri tak ada acara melekat

N iscaya kami saat itu tak jadi berangkat


T iga hingga empat kilo jalan sudah terlewat

I tu terasa berat apalagi panas menyengat

G erah dan pegal sungguh tak nyaman

A ku harus atur gas dan rem bergantian


K asus ini hanya satu contoh lukisan

I ndikasi situasi yang sungguh tak nyaman

L intasan jalan jadi sesuatu yang rawan

O leng sedikit nyawa bisa jadi taruhan


M emori ini semoga jadi pengingat

E lok direnungkan kondisi di dunia yang sesaat

T entu nanti ada kondisi penuh dengan nikmat

E mosi ketidaknyamanan berganti Rahmat

R asakan selamanya hidup nikmat


Sugiri

Cibadak, 26 Juli 2024

JALAN LURUS MENUJU TUHAN YANG ESA

 JALAN LURUS MENUJU TUHAN YANG ESA


J agat raya ini adalah seluruh ruang dan waktu

A da sebagai tempat kita berada, dengan energi dan materi yang dimilikinya

L antas apa tujuan utama grand design maha karya ini

A danya menunjukkan bukti tak terbantahkan adanya Tuhan Sang Pencipta

N amun apa pula tujuan diciptakannya jin dan manusia


L intasan sejarah sudah sejauh ribuan tahun

U ngkap fakta sejarah pertikaian antar manusia

R uang dimana selalu saja ada peperangan

U ntuk merebutkan wilayah atau karena dasar ideologi

S ejatinya manusia berasal dari satu bapak dan ibu


M engapakah kemudian begitu banyak perbedaan dalam hal ideologi

E fek pertikaian itu tak putus hingga ganti generasi

N amun sebenarnya hakikat hidup adalah permainan

U ntuk itu Tuhan sediakan aturan permainannya

J ika ikuti aturan yang dibawa para rasul dengan baik

U ntuknyalah surga sebagai tempat kembalinya


T api jika dia ikuti hawa nafsu iblis laknatullah

U ntuknya neraka sebagai tempat kediamannya

H arus diingat bahwa peran iblis memang kebalikannya

A danya menipu manusia agar menjadi temannya

N ipunya halus sampai manusia tak menyadarinya


Y ang paling setrategis adalah memanipulasi ideologi

A gar manusia terbuai rayuan hanya modal keyakinan

N amun tanpa amal kebajikan bisa masuk surga

G ara-gara itu banyak manusia justru tertipu


E lok setiap manusia berpikir logis tentang tuhan

S upaya benar-benar bertuhan pada Tuhan yang hak

A llah yang Maha Esa tidak dilahirkan dan tidak beranak


Sugiri

Cibadak, 26 Juli 2024

BAHAYA SETAN MANUSIA DARI SETAN JIN

 *BAHAYA SETAN MANUSIA DARI SETAN JIN*


B agi yang mau selamat, ketahuilah

A dalah kenyataan setan manusia lebih bahaya

H arap sadari setan jin hanya tak terlihat

A danya hanya untuk membisikan hal jahat

Y a hanya itu dan dia tidak terlihat dan tak bisa disentuh

A danya tidak merusak badan dan kadang nakuti anak-anak 


S edangkan setan manusia datang ke rumah

E loknya disadari siapa saja dia dan apa cirinya

T etap fokus karena dia suka memuji lalu merayu

A dalah dia bisa teman dekat, saudara bahkan kekasih

N ah saudaraku hati-hatilah dan tetap waspada


M anusia macam ini memuji lalu mengajak maksiat

A tau menghalangi kita untuk berbuat baik

N amun ada juga dengan berbagai alasan

U ntuk melanggar larangan Allah ajja wajalla

S eumpama wanita bukan mahram mengajak

I ngin ditemani laki-laki hanya berduaan saja

A tau teman kerja mengajak mark up harga


D ia bisa juga memberikan sogokan pejabat

A tau penyanyi wanita bergoyang seronok

R iak badannya tingkatkan birahi laki-laki 

I a bilang itu hanya seni untuk kesenangan


S etali dengan contoh-contoh di atas

E lok juga kita tahu setan manusia lainnya 

T atkala seorang hakim membuat keputusan

A da fakta nyata-nyata berlawanan dgn hukum

N ah itu hakim juga jadi setan dari manusia


J uga ada manusia bilang semua agama sama

I a juga manusia berjiwa setan yang berbahaya

N ah saudara-saudaraku, tetap hati-hati dan waspada


Alladzi yuwaswisu fisuduurinnas minal jinnati wannaas

(Setan) Yang membisikan kejahatan ke dalam hati manusia yaitu dari kalangan jin dan manusia


Sugiri

Cibadak Kaum, Kamis, 9 Mei 2024

DIGJAYANYA MANUSIA DIMANA

 *DIGJAYANYA MANUSIA DIMANA?*


D igjaya? Dimana digjayanya manusia?

I tu Firaun, dia sampai punya kerajaan

G egabah kamu bicara, dia itu manusia

J ika dia tidak makan, ya lemes dia jadinya

A da tuh rektor yang professor, dia penemu

Y a dia menemukan sebuah teori ilmu

A ch sama saja, jika dia tidak makan dia lemes

N amanya manusia punya kelemahan

Y aitu tempatnya salah dan juga lupa

A danya karena topangan energi dari tuhannya


M anusia apa yang tetap kuat kala tak makan

A dakah manusia macam itu yang super kuat

N obody alias nonsense tak ada manusia digjaya

U ntuk itulah mari kita sadari siapa kita

S elalulah kita rendah hati di hadapan manusia

I tu karena kita tak punya daya dan kekuatan

A llah sajalah yang Maha Digjaya dan Kuasa


D isinilah kita tempatkan Allah adalah Raja Diraja

I a pencipta, pemelihara, pemilik alam semesta

M anusia hanya bagian dari makhluk ciptaannya

A danya untuk mengabdi dan berserah diri

N ilai manusia adalah kala ia bermanfaat

A gar manusia sekitar bahagia karenanya



Sugiri

Cibadak, 12 Mei 2024

SARAPAN MINIMALIS NIKMAT

 *SARAPAN MINIMALIS NIKMAT*


S etiap pagi kujelang

A lur kehidupanku berulang 

R uang tempat aku siap pergi berjuang

A dalah meja makan telah tersaji sarapan riang

P adanya ada tumis bahan kacang panjang 

A da pula bahan tahu dan wortel serta tomat

N amun rasanya masyaallah enak luar biasa


M engapa demikian?

I ni inti yang ingin ku sampaikan 

N ilai seorang istri pendamping idaman

I a mampu menghadirkan aneka sajian 

M enyajikan tidak sekedar menyajikan

A da rasa tercipta yang memuaskan

L ama terkunyah lama merasakan

I ni karena bumbu yang telah ia racikan

S emua itu membuat hidupku terasa nikmat


Sugiri

Gunung Bunder, 19 Juli 2024, 14.00 selesai 

Saat kunjungan pengimbasan Kurikulum Merdeka 

di SMP IT At-Thohiriah

KISAH POHON PUTRI MALU

 *KISAH POHON PUTRI MALU*

Mimosa pudica luar biasa


K isah ini memiliki hikmah

I tulah si pohon putri malu

S aat tersentuh daunnya kuncup menutup

A karnya kuat mencengkram di tanah

H idup setengah perdu dan batangnya punya duri


P ada suatu hari seorang putri lewat menginjakya

O h, kakinya berdarah ia pun tanya ayahnya

H ai ayah, apa gunanya pohon ini?

O h anakku, pohon itu terkait erat dengan wanita

N ah anakku, ambillah pelajaran darinya


P elajaran apa misalnya, ayah?

U ntuk daunnya yang kuncup bila disentuh

T entu ibaratnya seorang wanita yang punya malu

R aut wajahnya malu bila berdekatan dengan laki-laki bukan mahromnya

I a juga malu bila disentuh olehnya


M alu lakukan larangan Allah

A ku paham ayah, bagaimana durinya?

L alu durinya ibarat pertahanan diri 

U ntuk itu wanita harus punya pertahanan diri


M empertahankan diri bila terancam

I a akan melawan dengan kekuatannya

M empertahankan kehormatannya

O h begitu ya ayah!

S ekarang bagaimana dengan akarnya, ayah?

A ku penasaran ayah


P erhatikan akarnya yang kuat mencengkram

U ntuknya kita ambil hikmahnya

D igenggamnya dengan kuat ajaran Allah

I a begitu kuat cintanya pada Tuhan

C intanya tak akan dibaginya pada yang belum halal

A langkah beruntung laki-laki yang kelak jadi suaminya


L ihat kala senja tiba daunnya kuncup pula

U ntuk itu apa pula hikmahnya bagi kita

A dalah wanita bila malam tiba

R umahnya membatasi sepak terjangnya


B atasi ke luar rumah karena tidak baik

I tulah kisah pohon putri malu

A nda, saya dan teman-teman lainnya

S emoga kita dapat mengambil hikmah

A amiin yarabbal aa'lamiin


Sugiri

Cibadak, 25 Juli 2019

Sumber: kabar WA dari Siswa

Hikmatul Azizah