MENGHITUNG HASIL DAGANGAN
MENGHITUNG HASIL DAGANGAN
Intisari Khutbah Jum'at Oleh Sugiri
Masjid An-Nawawi Cibadak
1 Januari 2020
Hari ini adalah hari pertama tahun baru, bagi para pengusaha pekan kemarin mungkin sudah berhitung akan hasil usahanya, atau ada yang masih menghitung hingga pekan pertama tahun baru ini. Hasil akhir perhitungan adalah Rugikah atau beruntung?
Begitupun dalam hal iman, islam dan ihsan, kita bisa melakukan hal yang sama, apakah kita orang yang beruntung atau merugi? Karena sesungguhnya iman dan amal kita juga adalah dalam rangka berdagang, hanya pembelinya adalah Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam surat Fathir ayat 29:
اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَ قَا مُوا الصَّلٰوةَ وَاَ نْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَا نِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَا رَةً لَّنْ تَبُوْرَ ۙ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi,”
(QS. Fatir 35: Ayat 29)
Dalam khutbah hari ini, mari kita ketahui karakteristik orang yang rugi dan yang beruntung. Jika kita rugi, apa yang harus dilakukan dan jika kita beruntung, apa yang harus dilakukan.
Pertanyaan 1: siapa yang rugi dan siapa yang beruntung
Kita sering memanjatkan doa nabi Adam:
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمۡنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ
Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” -Surat Al-A’raf, Ayat 23
Berarti yang rugi adalah mereka yang berdosa yang dosanya tidak diampuni oleh Allah SWT. Dan yang beruntung berarti mereka yang berdosa lalu memohon ampun dan rahmatnya maka Allah SWT memberikan ampunan dan rahmat-Nya.
Hadirin, mari Kita aplikasikan hikmah materi khutbah ini pada diri kita, tentu kita punya banyak dosa dan kita memohon agar kita diampuni dan dirahmati oleh Allah SWT dengan memanjatkan do’a tersebut pada awal-awal do'a kita.
Ada rentang masa setelah ampunan itu diberikan adalah masa-masa hidup kita hingga ajal yakni kematian sebagai ujung dari usia kita. Agar rentang masa selama itu kita tidak menjadi rugi kembali, mari kita jawab pertanyaan ke 2!
Pertanyaan ke 2: Apa yang harus kita lakukan jika kita ternyata orang yang rugi?
Uraian berikut adalah jawabannya:
1. Kita harus tahu lebih detail lagi tg karakteristik orang yang rugi dan orang yang beuntung
Siapa orang yang rugi?
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَا زِيْنُهٗ فَاُ ولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْۤا اَنْفُسَهُمْ بِمَا كَا نُوْا بِاٰ يٰتِنَا يَظْلِمُوْنَ
“dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 9)
Siapa orang yang beruntung?
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا لْوَزْنُ يَوْمَئِذِ ٭ِلْحَـقُّ ۚ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَا زِيْنُهٗ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
“Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka, barang siapa berat timbangan (kebaikan)nya, mereka itulah orang yang beruntung,”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 8)
Kemudian dalam Surat al-'ashr Allah SWT berfirman:
وَٱلۡعَصۡرِ إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِی خُسۡرٍ إِلَّا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلصَّبۡرِ) [Surat Al-‘Ashr 1 – 3]
Dan dalam surat Fatir 29 dan 30, firman-Nya:
{إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30) }
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
Allah Swt. menceritakan tentang hamba-hamba-Nya yang beriman, yaitu orang-orang yang membaca Kitab-Nya dan beriman kepadanya serta mengamalkan isi yang terkandung di dalamnya, antara lain mendirikan salat dan menginfakkan sebagian dari apa yang diberikan oleh Allah kepada mereka di waktu-waktu yang telah ditetapkan, baik malam ataupun siang hari, baik sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan.
{يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ}
mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. (Fathir: 29)
Maksudnya, mereka mengharapkan pahala di sisi Allah yang pasti mereka dapati, seperti uraian yang telah diterangkan dalam permulaan kitab tafsir Ibnu Katsir dalam pembahasan keutamaan Al-Qur'an, bahwa dikatakan kepada pelakunya, "Sesungguhnya tiap-tiap orang itu berada di belakang perniagaannya, dan sesungguhnya kamu pada hari ini berada di belakang semua perniagaan" Karena itulah disebutkan oleh firman berikutnya:
{لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ}
agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. (Fathir: 30)
Yakni agar Allah menyempurnakan pahala amal perbuatan mereka dan melipatgandakannya dengan tambahan-tambahan yang belum pernah terbetik dalam kalbu mereka.
{إِنَّهُ غَفُورٌ}
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun. (Fathir: 3 0)
terhadap dosa-dosa mereka.
{شَكُورٌ}
lagi Maha Bersyukur. (Fathir: 30)
Yaitu tetap akan membalas amal perbuatan mereka betapapun kecilnya amal perbuatan mereka.
Maka jelas sekali dapat kita simpulkan bahwa agar kita tidak rugi dalam kehidupan di dunia ini, dalam rentang sisa umur kita yang kita tidak tahu kapan ajal kita, maka patutlah kita melakukan hal-hal berikut:
1. Bertobat kepada Allah dari dosa-dosa dan kesalahan agar mendapat ampunan dan rahmat-Nya
2. Beriman kepada Allah SWT hingga ajal tiba dengan istiqomah walau ujian hidup datang silih berganti untuk membuktikan keimanannya itu
3. Berilmu: mempelajari Al-quran dan sunnah rosulnya
4. Beramal secara vertikal dan khorizontal untuk menambah berat timbangan kebajikan
5. Saling berwasiat dalam ketaqwaan dan dalam menetapi kesabaran.
InsyaAllah kita bisa husnul khotimah
Sumber rujukan:
1. Tafsir Ibnu Katsir online
2. Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

