Puisi Reflektif: Telah Ditemukan Sebuah Kalender
*Puisi Reflektif: Telah Ditemukan Sebuah Kalender*
Oleh: Sugiri
*_> Telah ditemukan sebuah kalender.
Aku pastikan ini bukan milikku sendiri,
bukan pula milik Muhammadiyah,
tapi ini kalender milik umat Islam
yang selama ini hilang._*
Di antara dinding yang sunyi,
tergantung selembar waktu.
Angka-angka hijriah berbaris,
laksana butir tasbih
yang pernah tercecer
dalam hiruk-pikuk dunia.
Selama ini kita berjalan
menghitung hari dengan mata asing,
menyusun agenda dalam kalender orang lain,
hingga lupa —
kita punya hitungan langit,
yang diturunkan sejak hijrah
Rasul menuju cahaya.
Kalender ini kini kutatap,
ia bukan sekadar tanggal,
bukan sekadar kertas di dinding,
tapi denyut ruh umat
yang selama ini memudar
di antara nama-nama bulan
yang tak pernah mengeja Muharram.
Bukan milikku, bukan milikmu,
bukan milik satu jamaah atau organisasi.
Ini milik kita.
Milik umat
yang rindu bersatu
dalam hitungan rembulan
dan panggilan azan.
Ia pernah hilang…
tenggelam di balik kalender masehi,
tersisih dalam rak toko,
hanya dicari saat Ramadhan tiba,
atau saat takbir Idul Fitri bergema.
Kini ia kembali ditemukan.
Berkibar di dinding rumahku,
menyuarakan satu pesan:
Umat Islam, bersatulah.
Tegakkan waktu yang satu.
Rangkullah hari-harimu
dalam hitungan langit
yang tak pernah berdusta.
Telah ditemukan sebuah kalender…
Bukan hanya tanggal,
tapi ruh,
identitas,
dan tanda kebangkitan umat.
_*> Bukan milikku, bukan milik Muhammadiyah,
tapi milik umat Islam seluruhnya.
Yang selama ini hilang,
kini telah ditemukan kembali._*



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda