Kamis, 10 Juli 2025

Puisi Reflektif: Telah Ditemukan Sebuah Kalender

*Puisi Reflektif: Telah Ditemukan Sebuah Kalender*


Oleh: Sugiri


*_> Telah ditemukan sebuah kalender.

Aku pastikan ini bukan milikku sendiri,

bukan pula milik Muhammadiyah,

tapi ini kalender milik umat Islam

yang selama ini hilang._*


Di antara dinding yang sunyi,

tergantung selembar waktu.

Angka-angka hijriah berbaris,

laksana butir tasbih

yang pernah tercecer

dalam hiruk-pikuk dunia.


Selama ini kita berjalan

menghitung hari dengan mata asing,

menyusun agenda dalam kalender orang lain,

hingga lupa —

kita punya hitungan langit,

yang diturunkan sejak hijrah

Rasul menuju cahaya.


Kalender ini kini kutatap,

ia bukan sekadar tanggal,

bukan sekadar kertas di dinding,

tapi denyut ruh umat

yang selama ini memudar

di antara nama-nama bulan

yang tak pernah mengeja Muharram.


Bukan milikku, bukan milikmu,

bukan milik satu jamaah atau organisasi.

Ini milik kita.

Milik umat

yang rindu bersatu

dalam hitungan rembulan

dan panggilan azan.


Ia pernah hilang…

tenggelam di balik kalender masehi,

tersisih dalam rak toko,

hanya dicari saat Ramadhan tiba,

atau saat takbir Idul Fitri bergema.


Kini ia kembali ditemukan.

Berkibar di dinding rumahku,

menyuarakan satu pesan:

Umat Islam, bersatulah.

Tegakkan waktu yang satu.

Rangkullah hari-harimu

dalam hitungan langit

yang tak pernah berdusta.


Telah ditemukan sebuah kalender…

Bukan hanya tanggal,

tapi ruh,

identitas,

dan tanda kebangkitan umat.


_*> Bukan milikku, bukan milik Muhammadiyah,

tapi milik umat Islam seluruhnya.

Yang selama ini hilang,

kini telah ditemukan kembali._*


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda