Ketiadaan yang Bicara
Ketiadaan yang Bicara
Tak ada yang bisa melihatnya,
Tak ada yang bisa memeluknya,
Tapi ia bicara dalam bentuk semesta.
Ia bukan cahaya,
Tapi darinya lahir cahaya.
Ia bukan waktu,
Tapi ia mendahului waktu.
“Kun,” katanya,
Maka bumi bernapas,
Langit bertasbih,
dan manusia bertanya:
“Naon anu didamel tanpa bahan?”
Jawabannya bukan logika,
Tapi sujud dalam ketakjuban.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda