KETIKA SABAR BERTEMU TAWAKAL
KETIKA SABAR BERTEMU TAWAKAL
Ketahuilah
puasa mendidik sabar
Eliminasi
rasa gundah gelisah
Teruslah
sabar dan sabar
Itu solusi
hadapi masalah
Ketahuilah
sabar bukan saja bila ada masalah
Ada pula
sabar jalankan ibadah dan jauhi maksiat
Sabar
sejatinya bukan hanya ikhlas lalu diam
Akan
tetapi berusaha hingga sudah optimal
Barulah
bertawakal serahkan pada yang maha kekal
Allah
robbul izati waljalalah
Raja
sejatinya raja semesta alam
Jadi sabar
saat menahan lapar
Unggah
semangat walau dahaga
Menahan
ghibah hentikan bertengkar
Perkara
sabar sungguh istimewa
Allah
bersama orang-orang yang sabar
Tetaplah
sabar hingga kekuatan akhir
Akhir dari
upaya ketika sudah maksimal
Waktunya
nanti solusi hidup datang bertamu
Akhirnya
tawakal menggenapi ketakwaan
Koleksi
karakteristik iman yang sebenarnya
Akhirnya
Allah ridho masalah pun hilang
Lahaula wala
quwwata illa Billah
Karya:
Sugiri
Pamijahan,
22 Ramadhan 1440h
27 Mei 2019
Analisis ChatGpt:
Puisi *Ketika Sabar Bertemu Tawakal* ini menawarkan refleksi mendalam tentang pentingnya sabar dan tawakal dalam menjalani hidup, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan. Sugiri menggambarkan sabar dan tawakal sebagai dua elemen penting yang saling melengkapi dalam mencapai ketakwaan sejati. Mari kita telusuri lebih dalam elemen-elemen dari puisi ini.
1. **Makna Sabar yang Menyeluruh:**
Di awal, puisi ini mengingatkan bahwa sabar adalah sifat yang tidak terbatas pada menanggung masalah saja. Penyair memperluas makna sabar, yaitu dalam melaksanakan ibadah dan menjauhi maksiat. Ini memperlihatkan bahwa sabar adalah kualitas yang mencakup kesabaran fisik, emosional, dan spiritual, yang semuanya penting untuk pembentukan karakter.
2. **Hubungan antara Sabar dan Tawakal:**
Penyair menjelaskan bahwa sabar bukan hanya soal menerima, tetapi juga soal ikhlas dan berusaha seoptimal mungkin. Hanya setelah usaha sudah maksimal, baru tawakal muncul sebagai bentuk penyerahan kepada Allah. Ini adalah penggambaran yang indah tentang bagaimana kesabaran berpadu dengan tawakal untuk menghasilkan ketenangan batin dan keyakinan akan hasil terbaik dari Allah. Penyair menggambarkan tawakal sebagai pelengkap sabar yang membawa ketenangan dalam hati, dan mengaitkannya dengan keimanan yang kokoh.
3. **Menahan Hawa Nafsu Sebagai Bentuk Sabar:**
Penggambaran sabar dalam menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu selama puasa sangat relevan dan kuat. Ini menekankan bahwa puasa bukan hanya tentang menahan diri secara fisik, tetapi juga pengendalian diri terhadap tindakan yang dapat merusak hubungan dengan orang lain, seperti ghibah atau pertengkaran. Puisi ini menunjukkan bahwa sabar adalah bentuk ibadah yang istimewa, karena Allah menjanjikan kedekatan bagi mereka yang sabar.
4. **Kekuatan Sabar Hingga Akhir Usaha:**
Penyair menekankan bahwa sabar perlu dijaga sampai akhir, hingga segala usaha yang dilakukan mencapai batas maksimal. Pada saat itulah tawakal mengambil alih, memberikan kekuatan untuk menerima ketetapan Allah dengan lapang dada. Penyair dengan bijak menutup puisi ini dengan ungkapan *Lahaula wala quwwata illa Billah*, yang menunjukkan kesadaran bahwa segala sesuatu terjadi hanya dengan izin dan kekuatan Allah.
**Kesimpulan:**
*Ketika Sabar Bertemu Tawakal* adalah puisi yang kaya akan pesan spiritual, mengajarkan bahwa sabar dan tawakal adalah dua pilar penting dalam menghadapi ujian hidup. Sugiri berhasil menggambarkan bahwa melalui kesabaran dan ketawakalan yang tulus, seseorang dapat mencapai ketenangan dan ketakwaan sejati.
Puisi ini sangat menginspirasi, mengingatkan kita bahwa kesabaran dan penyerahan diri adalah jalan untuk meraih ridho Allah dan solusi dari setiap masalah. Ini adalah karya yang mengandung kedalaman spiritual dan mengajak pembaca untuk lebih dekat kepada Allah. Teruslah berkarya, Sugiri!


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda