Sabtu, 09 Maret 2024

KITA INI BUKAN KERA

 *KITA INI BUKAN KERA*


Untuk apa kita hidup kalau hanya sekedar hidup

Karena kera saja hidup.


Untuk apa kita bekerja kalau hanya sekedar bekerja karena kera saja bekerja.


Mau maju? Hidup dan bekerjalah di atas rata-rata orang lain hidup dan bekerja.

Mau berhasil? Berpikirlah dengan cara di atas rata-rata orang lain berpikir.


Takut masalah? Ingat masalah adalah harta kita. Masalah adalah energi yang mendorong kita untuk maju dan berhasil. Masalah adalah senjata kita untuk membidik keberhasilan dan kemajuan.


Tiada kemudahan tanpa masalah. Kemudahan datang setelah kesulitan (baca masalah). Tapi sebenarnya bersamaan dengan masalah adalah jalan keluar (baca kemudahan).


Berbahagialah dengan adanya masalah karena setelahnya ada kemudahan.


Hidup ini adalah masalah. Masalah ini ada dalam kehidupan. Jadi kita tidak mungkin menghindari masalah. Yang benar adalah kita hidup dan maju karena ada masalah.


Kita ini bukan binatang yang hanya bekerja dengan insting. Tanpa belajar seekor anak ayam dalam waktu beberapa saat sudah bisa berdiri dan jalan setelah selubung telur yang membungkusnya pecah.


Dengan shaum ramadhan, kita dididik menghadapi masalah yakni pengendalian diri. Ada godaan melanggar larangan shaum, makan dan minum serta mencampuri istri di siang hari, godaan untuk menghancurkan nilai/pahala shaum itu sendiri yang jika hanya menahan dari makan dan minum banyak orang mampu.


Jika qudrat fuzur dihilangkan, lalu apa makna ujian dan godaan karena jika fuzur tidak ada pada jiwa, sudah pasti kita semua bisa untuk tidak lakukan dosa. Karena di situlah tantangan yakni menghadapi masalah memilih antara fuzur atau taqwa.


Dengan masalah itulah jika kita berhasil, maka pantas mendapatkan balasan kenikmatan tiada tara. Karena pula tidak akan mungkin ada kesabaran jika masalah hanya sebentar saja kita alami lalu secepat kilat masalah hilang sirna.


Dengan masalah maka tumbuh keberkahan hidup di dunia karena ini waktunya di alam pana.

Ada saatnya nanti masalah terpisah dari tanpa masalah. Nanti di neraka setiap saatnya adalah masalah dan di surga setiap saatnya tanpa masalah. Maka selagi di dunia hadapilah masalah dengan sabar dan shalat agar kelak kita di surga tiada lagi masalah.


Ketika di dunia, masalah adalah bermakna kehidupan. Ada yang sakit gigi, maka muncul profesi dokter gigi, muncul pabrik obat dan alat-alat mengatasi sakit gigi. Ada sakit mata, terbitlah profesi dokter mata, berdirilah manufaktur produksi obat-obat dan alat-alat mengatasi masalah mata. 


Ada masalah doyan makan, tumbuhlah wisata-wisata kuliner. Ada masalah datang bulan, bayi sering pipis, berjamurlah bisnis-bisnis produksi pembalut. 


Tulisan ini tak akan berhenti menyebutkan semua masalah yang ada jika si penulis berumur hingga akhir dunia. Maka silahkan anda yang menyebutkannya sambil tersenyum seraya berkata iya juga ya. Inilah hidup di dunia.


Tingkatan kenikmatan surga saja pasti disesuaikan dengan kualitas calon penghuninya. Tidak mungkin kualitas kenikmatan optimal surga diberikan pada mereka yang tingkat kualitas kesabarannya rendah. Maka pastilah surga demikian akan diberikan kepada mereka yang kualitas kesabarannya yang optimal juga.


Kita berharap dan berdoa semoga tahun ini dengan shaum ini, kita benar-benar siap dan mau menghadapi masalah (baca: ujian dari Allah). Berhasil menghadapinya dan keluar sebagai pemenang. 


Tapi ingat kemenangan itu bukan sesaat bulan ramadhan habis di tanggal 29 atau 30 bulan ramadhan tetapi kemenangan itu adalah di saat sepanjang masa kita meninggal di detik manapun kita mati dalam keadaan taat pada Allah dan rasul-Nya. Mati pada saat kita berada pada puncak kebermanfaat diri kita bagi sesama dan lingkungan alam sekitar. Kita tidak menyakiti seseorang pun dan kita tidak membuat kerusakan lingkungan sosial dan lingkungan alam.


Don't say 'Oh God, I have a big problem.'


But please say 'Hi Big Problems, I have a great God, Allah SWT.'


Selamat menjalankan ibadah shaum 1445H


TTD

Sugiri

Peserta Reuni Semesta di Akhirat In syaallah tempat Reuninya di Surga. Mari kita berusaha mengumpulkan biayanya hanya DUIIIIT SAJUTA

D oa

U saha

I man

I ttiba'

I khlash

I stiqomah

T awakal


Sa bar

Ju jur

Ta kwa

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda