MERASA KEHILANGAN
MERASA KEHILANGAN
Kini masa itu belum berlalu banyak
Mau genap satu tahun lamanya
semenjak dia pergi menemui Tuhannya
selesai sudah misi hidupnya
menjadi suami yang baik
menjadi ayah yang penyayang
menjadi teman yang setia
memberikan bekas berharga bagi sesama
Masih ada rasa suka bersamanya
masih nyaman meluapkan kata-kata
senang sekali menatapnya wajahnya
halus sekali tutur katanya
terasa pula hembusan nafasnya
kala berbisik hal kesukaannya
terasa belum puas pergi bersama
menelusuri jalan-jalan baru
wisata ke tanah orang
menikmati manisnya buah saat tamasya
atau hangatnya teh celup di tempat dingin
berkumpul di rumah teman yg lain
sejuknya angin laut kala bermain di pantai
lembut sentuhan tangannya saat menuntun
kokoh tangannya saat menyambut naik
perhatiannya saat dibutuhkan
semuanya serasa perfek ada padanya
Masih hangat saat-saat di teras keluarga
mengobrol hal-hal yang bahagia
di akhir-akhir pekan atau saat hari raya
menggenapi kesholehannya
Namun hal itu kini telah berubah
walau ada saudara yang lain
Aku tetap saja merasa sepi
walau ada teman yang lain
Aku terus saja merasa sendiri
Aku berdo'a semoga dia bersama Tuhannya
mendapatkan ampunan atas kehilafannya
dirahmati karena kesholehannya
diberkahi karena amal bhakti nya
Kuberharap dengan tali tauhid ilahi
wafatmu bukan pemisah antara kita
tapi hanya sementara dan aku segera ke sana
Ikatan cinta dengan tauhid pasti menyatukan
mengumpulkan kita kembali di surganya
Suamiku aku merasa kehilangan tapi aku rela
Kuyakin Tuhan akan memanduku menemuimu
Karya: Sugiri
(Saya turut berduka cita atas wafatnya suami dari Ibu Imas Muslimah, semoga beliau diterima iman, islam dan amalnya oleh Allah SWT, diampuni segala dosa dan kehilafannya, aamiin)
Respon Bu Imas
Makasih P.Sugiri doanya,dan ini puisi terindah dan shahdu.untuk suamiku di surga sana.saya ucapkan banyak terima kasih,Pak Sugiri sahabat yang begitu baik. Sampai bisa bt puisi yg luar biasa.bakat P.Giri hebat.🤲👍👍👍


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda