Minggu, 04 Juli 2021

CUKUPKAH WAKTU KITA MENYIAPKAN BEKAL UNTUK KEHIDUPAN YANG PALING BAIK DAN KEKAL

 CUKUPKAH WAKTU KITA MENYIAPKAN BEKAL UNTUK KEHIDUPAN YANG PALING BAIK DAN KEKAL

 

Assalaamu alaikum warohmatullohi wabarakaatuh

Yth Saudara-saudaraku,

 

C epat atau lambat kita pasti mati

U sia di dunia ini memang terbatas

K ita tak bisa memendekkan atau memanjangkan

U ntuk itu maksimalkanlah usia hanya untuk yang bermanfaat

P ikirkan! Soal penampilan pisik, kaya atau miskin, ras atau bangsa

K ecantikan wajah atau buruk rupa, semuanya Allah yang tentukan

A llah hanya beri pilihan beriman pada-Nya atau pada napsu diri

H anya masalahnya, “Cukupkah usia kita untuk mendalami pedoman hidup?”

 

W aktu dan sumber daya yang ada sering sekali kita boroskan

A tau kita gunakan untuk hal yang tak begitu penting

K ita belum tahu sudah sesuaikah keseharian ibadah kita dengan pedoman hidup

T epatkah yang sudah kita lakukan selama ini berpedoman padanya

U ntuk itulah kita sangat mendesak untuk memikirkan hal ini

 

K alau ayat qouliah-Nya saja 6666 ayat jumlahnya

I tu belum tafsir dan bagaimana implementasinya

T entunya juga kesempurnaan hukumnya berupa syariat Islam

A patah lagi dengan hadits Rosulullah yang lebih banyak darinya

 

M embicarakan kesempurnaannya saja tidak sedikit waktunya

E ntah mengapa banyak diantara kita yang masih mengerjakan yang bukan syariatnya

N amanya sempurna berarti tak memerlukan sesuatu dari luarnya

Y ang terhormat saudara-saudaraku, kutulis ini hanya karena Allah semata

I ni juga berarti sebagai tugas saling mengingatkan di antara kita

A tau juga sebagai media bagaimana kita bisa saling menjaga hingga gugurlah kewajiban itu

P ermasalahannya kita tidak bisa sesering berjumpa bertemu wajah dalam waktu yang lama

K uperhatikan di antara kita masih banyak kekurangan akan pengetahuan agama kita

A ntara cemas akan nasib masing-masing kita di akhirat kelak dan tugas berdakwah

N amun inilah yang bisa kulakukan di saat kita semua sibuk dengan dunia masing-masing

 

B erharap sebaliknya, sebenarnya saya sangat ingin ada yang mengingatkan diri saya

E ntah ini bisa berjalan atau tidak, tapi saya hanya berusaha dan berdoa semoga ada

K embali pada permasalah di atas, kita belum banyak paham akan agama kita

A kibatnya masih banyak keseharian kita yang tak sejalan dengan pedoman hidup kita

L alu bagaimana jadinya jika kita hanya habiskan usia kita tanpa bertambahnya pengetahuan kita

 

U rusan ini sebenarnya harus serius kita mengelolanya supaya kita tidak menyesal

N amun dari arah mana dan kapan kita bisa memulai saling mengingatkan

T ujuan kita satu yakni bahwa kita memang harus sudah dan selalu bernasehat dalam masalah agama

U ntuk itu pula melalui ini, semoga ada respon dari saudara-saudara semoga kita bisa bicara

K uharapkan kegundahan ini bisa segera sirna karena aku tak bisa secara nyata berkarya

 

K etahuilah saudara-saudaraku yang kucinta, kita perlu bicara tidak hanya dunia

E ntaskanlah pikiran yang hanya memikirkan dunia dan kita mulai bicara tentang syariat-NYa

H ajatan ini harus berupa sering kumpul tak hanya urusan untuk makan, tertawa lalu pulang kembali

I ngatlah kita ini sangat kurang bicara tentang apa dan bagaimana kita seharusnya

D ari segi kepedulian dari saudara-saudara, saya sangat kagum dan terpesona

U ntuk itu saya ucapakan jazakumullohu khoiron, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan yang banyak

P erlu kita ketahui, untuk mempersiapkan sesuatu yang sangat penting bahkan vital

A lakadar bisa hidup atau bahkan bisa sukses soal dunia, ingatlah itu ujian di dunia karena Alloh yang berkehendak

N amanya vital kita harus banyak mempelajari pedoman hidup kita agar tahu apa dan bagaimana

 

Y ang terhormat saudara-saudara, mari kita perlu bicara

A gar apa yang saudara punya bisa disampaikan begitupun punya saya

N amun bukan untuk menghakimi tapi media berbagi bersama

G arapan kita adalah menjaga diri kita dan keluarga terhindar dari siksa

 

P ikirkan suatu cara agar kita ada suatu media untuk berbagi peduli

A lirkan energi positif dari masing-masing dan hilangkan yang negatif

L ama ini saya pikirkan, semoga ada respon dari saudara-saudara

I ndah rasanya jika kita ada dalam ikatan berpedoman Quran dan Sunnahnya

N ikmat rasanya jika benar-benar menjadi kenyataan

G elorakan semangat membangun keluarga yang benar memahami agama

 

B agi diri saya ini penghilang gundah geulisah

A tau wasilah bagaimana menyalurkan kepedulian religi

I ngatlah Rosululloh saw bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki Alloh (mendapat) kebaikan, maka ia akan dipahamkan dalam masalah agama.” (HR, Bukhori)

K etahuilah bahwa, paham agama bukan tahu agama tapi beragama berdasarkan ilmu.

 

K etahuilah berilmu agama berarti harus banyak waktu untuk mempelajarinya

E ntah mengapa kita tak memyadari kalau kita hanya banyak memburu dunia

K etahuilah dunia bakal kita tinggalkan sebanyak apapun dan sedalam apapun kita cintanya

A kan tetapi beramal dan beragama berdasarkan ilmu membuahkan pahala kebajikan sebagai bekal yang bisa dibawa ke akhirat

L alu kapan kita akan memulai lebih dekat pada majelis ilmu?

 

Wassalamu alaikum warohmatullohi wabarakaatuh.

Sugiri

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda