Sabtu, 03 Juli 2021

ANTARA UJIAN DAN PERINGATAN

 ANTARA UJIAN DAN PERINGATAN


Kata kunci: wabah, ujian, peringatan, kematian, taqwa


Muhasabah Diri:  Oleh Sugiri


Kematian adalah niscaya, kullu nafsin zdaaiqotul maut. Itu adalah bukti dari kesempurnaan ciptaan-Nya. Dia telah menentukan akhir kehidupan di dunia. 

Walakum filardhi mustaqorrun wamataa'un ilahiin. QS. AL-Baqoroh dan Al-A'raf. 

Di Bumi ada tempat kediaman dan kesenangan bagi kamu sampai waktu yang ditentukan (mati). 


Kalo makhluknya tidak mati-mati, aneh jadinya dan itu tidak mungkin terjadi. Makhluk bernyawa pasti mati. Tanpa virus corona saja, setiap hari ada 152.000 kematian sedunia (sumber: id.quora.com, 29 Juni 2018). Hanya memang dengan corona jumlahnya jadi lebih besar. 


Jadi apa yang dikhawatirkan? Marilah kita berusaha apa yang bisa kita lakukan dalam pencegahan, seperti social/phisical distancing, rajin cuci/wudhu, di tempat wabah: orang dalam tidak boleh keluar dan orang luar tidak boleh masuk. Ini adalah solusi Islam dalam upaya pencegahan. Ini bukan masalah bahwa orang suci tidak akan terkena corona. Tapi begitulah teladan (rosulullah SAW)  mengajarkan kita. Orang paling suci seperti baginda Rosul saja berusaha demikian. 


Marilah kita memohon pertolongan dengan cara sobat dan sholat. Sobar artinya berusaha yang terbaik dan shalat adalah do'a. Kita memohon agar terhindar dari keburukan wabah ini. Keburukan yang dimaksud adalah bersikap salah terhadap corona, seperti berprasangka negatif terhadap PDP, ODP maupun yang sudah meninggal. Biarlah Allah yang menilai karena Dia Maha Mengetahui. 


Mari kita menilai diri jika Allah SWT maksudkan dengan wabah ini untuk menguji kita, maka marilah kita bersabar dengan meningkatkan iman dan kualitas taqwa dan terus berupaya mengikuti prosedur/protokol Rosulullah SAW. 


Memang dahsyat pengaruh virus corona ini. Iya menimbulkan ketakutan, kelaparan karena terisolasi, kehilangan harta/mata pencaharian, kematian, susahnya mendapatkan makanan. Kondisi persis sebagaimana yang Allah firman kan dalam QS: Al-Baqoroh 155.

Allah SWT berfirman:

وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ۙ 

"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)


Jika Allah SWT maksudkan wabah ini sebagai peringatan atas kelakuan kita(umat manusia), maka marilah kita melakukan hisab. Sangat mungkin kita telah berjalan di muka bumi dengan congkak, tidak mengindahkan syari'atnya. Waltandzur nafsun maaqoddamat ligod. Dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dibuatnya untuk hari esok(negeri akhirat). 


Salah satu keburukan adalah terkait riba, jika manusia melakukannya, maka akan ada peringatan dari Allah SWT seperti firman-Nya dalam QS: Al-Baqoroh, 275


Allah SWT berfirman:


اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَا لُوْۤا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰوا ۘ وَاَ حَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا ۗ فَمَنْ جَآءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَا نْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَ ۗ وَاَ مْرُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَا دَ فَاُ ولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

"Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 275).


Masih banyak lagi perilaku manusia yang tidak sesuai syari'at-Nya. 


Berdasarkan uraian di atas, mari kita ikuti prosedur qur'ani dalam menghadapi wabah virus corona ini, sbb:


1. Sadar diri bahwa kita manusia makhluk bernyawa pasti mati

2. Meningkatkan kualitas iman dan taqwa dengan berusaha mengerjakan perintahnya dan menjauhi larangannya

3. Perhatikan perbuatan kita apakah sudah sesuai dengan apa yang diinginkan-Nya

4. Lebih mendekat kepada Allah dengan sabar dan shalat


W assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda