MUTIARA RAMADHAN 1441 H / 2020 M
RAMADHAN AKAN BERAKHIR
R amadhan akan berakhir
A dakah makna bulan ini kau pikir
M eraih mutiara di balik kata terukir
A dakah kebaikan bulan ini kau semai
D alam arena hidup berbagi dana tunai
H ingga takjil atau olahan kacang kedelai
A tau kau lupa arti lebih baik dari seribu bulan
N ilai yang lebih besar dari anugerah Tuhan
A langkah merugi lewati bulan baik ini
K esana kemari tak mengubah budi pekerti
A h, kawan sayang sekali jika demikian
N ilai bulan kau tinggalkan, kau campakkan
B ulan baik ini segera berakhir menepi
E loknya mari optimalkan sisa hari
R engkuh kebaikan spiritual
A mbil juga kebaikan sosial
K au dekati Tuhan dengan salurkan bantuan
H ingga tak menyesal di akhir bulan
I ngatlah kau belum tentu bertemu tahun depan
R iskan jika kita tak maksimalkan amalan
Sugiri
Cibadak, 13 Ramadhan 1441
JATUH KE LUBANG YANG SAMA
J ejak-jejak sejarah itu tak hilang
A da berupa tiang besar sisa bangunan
T erungkap juga dari hasil galian
U tuh sebagian dan pula serpihan
K enapa jejak-jejak itu kini masih ada
E h teman, tahu tidak maksudnya?
L ampah atau perilaku menyimpang
U mmat terdahulu yang melawan Tuhan
B erbicara lewat jejak-jejak itu
A dakah ummat sekarang mau berhikmah
N ilai mana yang Tuhan kehendaki dan tidak
G una membangun hidup berdasar fakta
Y ang faktual ummat terdahulu paling kuat
A ngkat peradaban hingga bangunan pun megah
N amun mereka dimusnahkan karena dosa
G edung infra struktur hancur luluh diterpa
S ekarang sejarah berulang
A ngkuh memimpin, sombong dan membuta
M elupakan jejak sejarah kehancuran ummat
A dakah mereka sadar bahwa akan jatuh pada lubang yang sama, dibinasakan!
Karya: Sugiri
Cibadak, Ramadhan, 22 1441 H / 15 Mei 2020 M
GADO-GADO HIDUP NIKMAT
Olahan Sugiri tidak pake zat adiktif
Bahan-bahan
1 Tujuan hidup: Memperoleh Ridho Allah
1 tugas hidup: beribadah/menghamba pada Allah
1 Bekal hidup: Taqwa
Teman hidup sebanyak mungkin: suami/istri, orang beriman
3 Musuh hidup: hawa nafsu, syaitan, iblis
Harapan hidup sebanyak mungkin
Investasi hidup sebanyak mungkin
beban hidup sedikit mungkin
jalan hidup: fisabilillah
petunjuk hidup: kitabullah dan sunnah rosul
Alat hidup: Akal pikiran, panca indera, segenap raga
Ujian hidup: mala petaka, bencana, lapar, rasa takut, hilang nyawa, krang makanan, dan musibah
Tantangan hidup: melewati belantara hidup yang penuh ujian dari pencipta
Godaan hidup: mengikuti hawa nafsu syahwat syaitan dan iblis
Cara Penyajian (cara hidup):
1. Pertama-tama, ketahuilah tujuan hidup lalu siapkan bekal hidup berupa taqwa
2. Temukan teman hidup yang baik berupa istri/suami, kawan, atau siapapun asal dia orang beriman
3. Ketahuilah secara seksama siapa musuh hidup, hawa nafsu, syaitan, iblis, kawan durjana, penjilat, dll.
4. Selalulah berpikir positif bahwa harapan hidup masih ada karena akhir hidup adalah mati husnul khotimah
5. Kerjakanlah segala amal baik sebagai investasi hidup yang dapat kita rasakan pada akhirat nanti
6. Jangan terlalu mengeluh terhadap beban hidup karena itu semua adalah ujian hidup, maka perbanyak beedzikir pada Allah, Insyaallah hati akan tenang.
7. Nikmatilah hidup ini apapun yang terjadi karena bagi orang beriman semuanya akan menjadi pahala maka jalani hidup ini dengan berpegang pada petunjuk hidup ilahi, Al-Quranul karim dan sunnah rasul.
8. Gunakan alat hidup berupa akal pikiran, panca indera dan segenap raga untuk menghadapi segala [ujian hidup, tantangan hidup serta godaan hidup
9. Akhirnya gado-gado hidup siap disantap dalam naungan dan ridho Allah SWT.
Selamat menikmati!
R amadhan akan berakhir
A dakah makna bulan ini kau pikir
M eraih mutiara di balik kata terukir
A dakah kebaikan bulan ini kau semai
D alam arena hidup berbagi dana tunai
H ingga takjil atau olahan kacang kedelai
A tau kau lupa arti lebih baik dari seribu bulan
N ilai yang lebih besar dari anugerah Tuhan
A langkah merugi lewati bulan baik ini
K esana kemari tak mengubah budi pekerti
A h, kawan sayang sekali jika demikian
N ilai bulan kau tinggalkan, kau campakkan
B ulan baik ini segera berakhir menepi
E loknya mari optimalkan sisa hari
R engkuh kebaikan spiritual
A mbil juga kebaikan sosial
K au dekati Tuhan dengan salurkan bantuan
H ingga tak menyesal di akhir bulan
I ngatlah kau belum tentu bertemu tahun depan
R iskan jika kita tak maksimalkan amalan
Sugiri
Cibadak, 13 Ramadhan 1441
JATUH KE LUBANG YANG SAMA
J ejak-jejak sejarah itu tak hilang
A da berupa tiang besar sisa bangunan
T erungkap juga dari hasil galian
U tuh sebagian dan pula serpihan
K enapa jejak-jejak itu kini masih ada
E h teman, tahu tidak maksudnya?
L ampah atau perilaku menyimpang
U mmat terdahulu yang melawan Tuhan
B erbicara lewat jejak-jejak itu
A dakah ummat sekarang mau berhikmah
N ilai mana yang Tuhan kehendaki dan tidak
G una membangun hidup berdasar fakta
Y ang faktual ummat terdahulu paling kuat
A ngkat peradaban hingga bangunan pun megah
N amun mereka dimusnahkan karena dosa
G edung infra struktur hancur luluh diterpa
S ekarang sejarah berulang
A ngkuh memimpin, sombong dan membuta
M elupakan jejak sejarah kehancuran ummat
A dakah mereka sadar bahwa akan jatuh pada lubang yang sama, dibinasakan!
Karya: Sugiri
Cibadak, Ramadhan, 22 1441 H / 15 Mei 2020 M
GADO-GADO HIDUP NIKMAT
Olahan Sugiri tidak pake zat adiktif
Bahan-bahan
1 Tujuan hidup: Memperoleh Ridho Allah
1 tugas hidup: beribadah/menghamba pada Allah
1 Bekal hidup: Taqwa
Teman hidup sebanyak mungkin: suami/istri, orang beriman
3 Musuh hidup: hawa nafsu, syaitan, iblis
Harapan hidup sebanyak mungkin
Investasi hidup sebanyak mungkin
beban hidup sedikit mungkin
jalan hidup: fisabilillah
petunjuk hidup: kitabullah dan sunnah rosul
Alat hidup: Akal pikiran, panca indera, segenap raga
Ujian hidup: mala petaka, bencana, lapar, rasa takut, hilang nyawa, krang makanan, dan musibah
Tantangan hidup: melewati belantara hidup yang penuh ujian dari pencipta
Godaan hidup: mengikuti hawa nafsu syahwat syaitan dan iblis
Cara Penyajian (cara hidup):
1. Pertama-tama, ketahuilah tujuan hidup lalu siapkan bekal hidup berupa taqwa
2. Temukan teman hidup yang baik berupa istri/suami, kawan, atau siapapun asal dia orang beriman
3. Ketahuilah secara seksama siapa musuh hidup, hawa nafsu, syaitan, iblis, kawan durjana, penjilat, dll.
4. Selalulah berpikir positif bahwa harapan hidup masih ada karena akhir hidup adalah mati husnul khotimah
5. Kerjakanlah segala amal baik sebagai investasi hidup yang dapat kita rasakan pada akhirat nanti
6. Jangan terlalu mengeluh terhadap beban hidup karena itu semua adalah ujian hidup, maka perbanyak beedzikir pada Allah, Insyaallah hati akan tenang.
7. Nikmatilah hidup ini apapun yang terjadi karena bagi orang beriman semuanya akan menjadi pahala maka jalani hidup ini dengan berpegang pada petunjuk hidup ilahi, Al-Quranul karim dan sunnah rasul.
8. Gunakan alat hidup berupa akal pikiran, panca indera dan segenap raga untuk menghadapi segala [ujian hidup, tantangan hidup serta godaan hidup
9. Akhirnya gado-gado hidup siap disantap dalam naungan dan ridho Allah SWT.
Selamat menikmati!
SYAIR
BERKACA
S aat ku
lihat diri bercermin
Y a Allah
betapa Agung Engkau mencipta
A ku
menyadari dan ku yakin
I nilah
bukti adanya Tuhan semesta
R aja
Sejati Rabbul A'lamiin
B ila ku
cerna wajah di kaca
E ngkau
ciptakan dengan haqqul yakin
R asanya
diri ini semakin berkata
K eagungan
ini milik Al-Maliku Haqqul mubin
A langkah
indahnya bila aku memuja
C uma pada
Allah zat pemilik din
A llahumma
ihdina shirothol mustaqiim
Karya:
Sugiri
DIKSI dan
PUISI
D iksi
bukan sekedar pilihan kata tapi juga gaya
I ndah
dibaca, didengar hingga muncul suka
K ata demi
kata tersusun penuh makna
S elaraskan
fakta dalam retorika
I mbuhkan
citra dalam kohesi kalimat
P uisi
tersusun dari narasi diksi
U ntuk
sampaikan pesan penuh serasi
I ngatkan
makna tersirat dalam narasi
S eiring
suasana hati pegiat literasi
I tulah
makna luas diksi dalam orasi
Karya:
sugiri
WASPADA
CORONA DUNIA
W
aspadalah!
A dalah
bencana wabah corona
S edunia
dibuatnya panik akan bahayanya
P adahal
kematian memang sudah waktunya
A dalah
bahaya yang nyata dan sesungguhnya
D i kala
sudah mati lalu bangkit tanpa taqwa
A dakah
kita siap dengan kematian kita
C orona oh
corona
O rang kau
buat panik dan tak berdaya
R asakan
hebatnya sakit yang kau timbulkan
O h sungguh
nyata manusia betapa lemahnya
N nyata
takutnya pada kematiannya
A dakah
kesadaran setelah mati ada kehidupan
D uhai
sahabat!
U sah kau
panik karena takut mati
N amun
takutlah saat bangkit menghadap-Nya
I stiqomahlah tetap dijalan-Nya
A gar kita
mati husnul khotimah
Karya:
sugiri
SENTRALISASI
S abar
sebentar
E ngkau tak
bisa memaksa
N antikan
saja kubuatkan
T etap
semangat dan berdo'alah
R asakan
pesona penantian
A dakalanya
ku buntu tuk berpikir
L ama
menanti ide muncul meluber
I ni kau
minta lalu kupikir
S enangnya
bila sudah bisa bersama mencerna
A tasi
masalah secara berramai
S
entralisasi menjadi solusi yang benar
I ngat!
Semuanya harus dengan komitmen dan sabar
Merdeka!
SYUKURI
YANG ADA
S yukuri
yang ada
Y ang sudah
kau miliki saat ini
U sah lihat
ke atas orang punya apa
K etahuilah
di bawah kau lebih menderita
U ntuk itu
syukuri yang ada
R asakan
dan nikmati yang sudah didapat
I tulah
cara terbaik untuk selalu bahagia
Y ang Maha
Kasih senantiasa melihat
A dakah
hambanya bersyukur atas nikmat
N ilai
pribadi mu'min yang selalu taat
G iroh
beriman kuat melekat
A da
bahagia dalam syukur
D alam
setiap detik tarikan napas
A ku dan
kau mari bersyukur
Karya:
Sugiri
BELAJAR
SABAR
sebelah
bahu diikat delapan
tegak dada
berteteskan peluh
setalah
tahu hakikat kehidupan
gak ada
alasan untuk mengeluh
sejajar
senar karena dipetik
anak guyub
banyak temannya
belajar
sabar karena sakit
nabi ayub
lah tauladanya
sejajar
senar karena hendak bernada
nyambi
sebelah di utaranya
belajar
sabar karena anak durhaka
nabi nuh
lah tiada taranya
sejajar
senar dicoba strinngnya
dari tadi
lelah menekannya
belajar
sabar dicoba istri durjana
nabi lut
lah rujukannya
Berjajar
bersandar selama sejam
meski lelah
menepi kesisinya
belajar
sabar hidup bersama suami kejam
siti asiyah
lah nominasinya
mau sebar
sirup manis
pahamilah
kadar gulanya
mau sabar
dan hidup harmonis
nabi
ibrahim lah idolanya
baju besar
bahan rajutan
beri tusuk
lah kain tenu…
SEDU SEDAN
KEHIDUPAN
S esekali
hidup itu senang
E lok
dirasa penuh kenang
D iiringi
sesekali meradang
U njuk pilu
kala berjuang
S esekali
riang tak kepalang
E nak tidur
enak terbang
D iiringi
lagi bingung menjelang
A h apapun
jadi mengekang
N ikmat
hidup lalu resah berdendang
K ehidupan
ini terpaan
E ntah
sedih atau kesenangan
H inggap
sekali dan bergantian
I ndahnya
dunia jua dirasakan
D an pahit
getir ditimpa cobaan
U sah kau
hiraukan
P entingnya
diri dgn kesabaran
A lam ini
adalah jembatan
N anti ada
hidup selamanya senang dan selamanya penderitaan
Karya:
Sugiri
SERUPUT
KOPI KALA SANTAI
S abtu
akhir pekan
E h ada SMS
ternyata cerbung
R asa di
dada hendak membacanya
U ntuk
sekedar tahu isinya
P enasaran
juga setelah kubaca
U ntuk tahu
episode lanjutannya
T ernyata
seru juga alurnya
K
upenasaran suasana konflik batin tokohnya
O h kasihan
dia betapa merananya
P enuturan
cerita nya sungguh asik dibaca
I ndah
kalimatnya hingga melarutkan hati pembaca
K ubaca dan
kubaca
A ada rasa
tak sabar saat kisahnya bergantung
L alu
muncul lanjutan ceritanya
A duh aku
semakin dibuat tidak bisa pergi
S eakan
akulah sang tokoh utama
A da getar
hati bahkan membara
N amun
kusadar ini hanya cerita
T api penuh
makna dan hikmah
A ntara ego
dan taat pada orang tua
I tulah
kesan yang ingin tersampaikan tetang takdir
Sugiri
Sabtu, 25
Januari 2020
DAHSYATNYA
MEMBACA
D ibukalah
lembar demi lembar buku itu
A da
kalanya aku melihat daftar isi
H ingga
sesekali melihat glosarry
S upaya
pasti makna hakiki
Y akin akan
makna kata atau frasa
A atau
clausa bermakna ganda
T etap
seksama membaca baris demi baris
N ikmati
makna konotasi ataupun denotasi
Y akin akan
makna tersirat dan dibalik ungkapan
A ngka pun
melengkapi kesimpulan dan mensirnakan keheranan
M embaca oh
membaca
E ngkau
entaskan aku dari ketidak tahuan
M embaca,
engkau sungguh dahsyat
B inasakan
kebodohan dan keterbelakangan
A ku
kangen, rindu, cinta dan tertawan olehmu
C aramu
mencerahkanku begitu hebat
A ku
sungguh mabuk cinta padamu
Karya:
Sugiri Sugi


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda