CELOTEH HATI
Hati-hati dengan Lidah
Lidah
bisa lebih tajam dari pedang.
Demikian kata orang bijak.
Hal ini karena lidah
melahirkan getaran udara
bermakna yang masuk lewat telinga
hingga menusuk
hati si pendengarnya
bila materinya penghinaan,
fitnah, caci-maki
dan lain sebagainya
Bisa pula sebaliknya membelah hati
hingga mengeluarkan penyakit
di dalamnya
Getaran udara itu
dapat dikodifikasi
menjadi lambang bunyi bermakna
sehingga masuk
lewat mata si pembaca
sensor meneruskannya
ke otak dan ke hati
Tulisan ini diharapkan
dapat mengisi relung-relung hati
yang haus akan makna kehidupan
tidak ditujukkan untuk melukai hati
namun memberi nutrisi
agar hati tumbuh sehat
jauh dari segala penyakit jiwa.
Diharapkan pula
dapat menggelitik hati si pendengar
bila puisi ini dibacakan
di depan khalayak
Puisi ini
mayoritas disusun
berdasarkan Judul puisinya
Setiap Huruf pada judul
menjadi initial
bagi setiap kalimat
yang terangkai
membuat kesan khusus
bagi pembacanya
Kohesi dari kalimat ke kalimat
begitu kuat dan menjadi alur kesan
yang ingin disampaikannya
Bunyi akhir kalimat
mengiringi puitisnya pesan
namun tidak semua
Isi puisi merupakan
potret kehidupan penulis
dan sekelilingnya
Ada pula
pengalaman pribadi penulis
dan nasihat serta
deskripsi sesuatu
menurut pandangannya.
Selamat
membaca!
Sugiri
Cibadak


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda